Apa itu Stable (STABLE)

Oleh CMC AI
23 May 2026 09:07PM (UTC+0)
TLDR

Stable (STABLE) adalah blockchain Layer-1 khusus yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan transaksi stablecoin, menggunakan USDT sebagai biaya gas, dan fokus pada aplikasi keuangan dunia nyata.

  1. Dirancang khusus untuk stablecoin – Mengatasi ketidakefisienan pada blockchain serbaguna dengan menyediakan jaringan berkapasitas tinggi yang didedikasikan untuk pembayaran dan penyelesaian transaksi institusional.

  2. Arsitektur native USDT – Pengguna membayar biaya transaksi menggunakan USDT, sehingga tidak perlu token gas terpisah yang nilainya fluktuatif, membuat pengalaman pembayaran lebih sederhana.

  3. Model token ganda – Token STABLE digunakan untuk keamanan jaringan, staking, dan tata kelola, sementara semua utilitas dan biaya transaksi diselesaikan dalam USDT.

Penjelasan Mendalam

1. Tujuan & Nilai yang Ditawarkan

Stable mengisi kekosongan infrastruktur utama: stablecoin seperti USDT mendominasi transfer nilai, tetapi beroperasi di blockchain yang tidak dioptimalkan untuk pembayaran berfrekuensi tinggi dengan biaya rendah. Jaringan serbaguna sering mengalami fluktuasi biaya dan waktu konfirmasi yang lambat. Stable dirancang sebagai lapisan penyelesaian khusus, menawarkan biaya yang dapat diprediksi dan finalitas dalam hitungan detik khusus untuk transaksi stablecoin, menargetkan pembayaran skala konsumen dan jalur keuangan perusahaan (CoinMarketCap).

2. Teknologi & Inovasi Utama

Inovasi utamanya adalah penggunaan USDT dari Tether sebagai token gas native. Artinya, pengguna dan pengembang hanya perlu USDT untuk melakukan transaksi dan menjalankan smart contract, menghilangkan kerumitan mengelola token jaringan terpisah. Rantai ini, yang disebut StableChain, kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), sehingga memudahkan pengembang memindahkan aplikasi. StableChain menggunakan varian konsensus delegated proof-of-stake bernama StableBFT, yang menargetkan throughput tinggi (lebih dari 10.000 transaksi per detik) dan ruang blok yang andal untuk institusi.

3. Tokenomik & Tata Kelola

Ekosistem ini memisahkan peran dengan jelas. Token STABLE adalah aset untuk tata kelola dan staking, digunakan oleh validator untuk mengamankan jaringan dan oleh pemegang token untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Token ini tidak berfungsi sebagai gas. Sebaliknya, semua utilitas dan biaya jaringan dibayar dalam USDT. Model ini bertujuan menyelaraskan nilai STABLE dengan keamanan dan pertumbuhan jaringan, sekaligus menjaga biaya transaksi tetap stabil dan ramah pengguna (Stable).

Kesimpulan

Secara mendasar, Stable adalah solusi infrastruktur—sebuah blockchain yang dirancang agar menjadi tempat paling efisien untuk aktivitas stablecoin dengan menggabungkan model biaya yang mudah dipahami dan performa kelas perusahaan. Apakah desain khusus ini akan memungkinkan Stable menguasai pangsa pasar penyelesaian stablecoin yang terus berkembang?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.